<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Comments for myplace2write</title>
	<atom:link href="http://myplace2write.wordpress.com/comments/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://myplace2write.wordpress.com</link>
	<description>Just another blog to write...</description>
	<lastBuildDate>Fri, 27 Jan 2006 11:49:00 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Comment on TENTANG MUSLIM EXCHANGE PROGRAM by Lily Ardas</title>
		<link>http://myplace2write.wordpress.com/2004/06/22/tentang-muslim-exchange-program/#comment-9</link>
		<dc:creator>Lily Ardas</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 27 Jan 2006 11:49:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://myplace2write.wordpress.com/2004/06/22/tentang-muslim-exchange-program/#comment-9</guid>
		<description>wah.. ambil2 tulisan saya ndak pake pamit :D</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wah.. ambil2 tulisan saya ndak pake pamit <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Pembaharuan Islam di Indonesia : Meneropong Sosok Ahmad Wahib by jihannuraliya</title>
		<link>http://myplace2write.wordpress.com/2004/07/11/pembaharuan-islam-di-indonesia-meneropong-sosok-ahmad-wahib/#comment-4</link>
		<dc:creator>jihannuraliya</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 17 Jul 2005 20:47:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://myplace2write.wordpress.com/2004/07/11/pembaharuan-islam-di-indonesia-meneropong-sosok-ahmad-wahib/#comment-4</guid>
		<description>saya ngefans ama wahib</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya ngefans ama wahib</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on SISI LAIN UJUNG GENTENG by dinahkanti</title>
		<link>http://myplace2write.wordpress.com/2004/06/22/sisi-lain-ujung-genteng/#comment-2</link>
		<dc:creator>dinahkanti</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 May 2005 05:00:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://myplace2write.wordpress.com/2004/06/22/sisi-lain-ujung-genteng/#comment-2</guid>
		<description>Ini bukan komen ttg tulisan Anda. Mau berbagi pikiran aja, dengan temen-temen disini ttg sesuatu.&lt;br/&gt;Tadi malem di TransTV ada program Kupas Tuntas ttg sholat dengan dua bahasa, bhs Arab dan bhs Indonesia. Untuk saya, ini menarik sekali. Saya juga datang dari keluarga mualaf (dan kebetulan berlatar belakang pendidikan kebahasaan), seperti Pak Roy yang menggagas ide sholat dua bahasa ini. Saya dan keluarga sudah cukup lama memiliki perhatian tentang hal ini. Di satu sisi, saya sangat setuju dengan sholat dua bahasa karena penekanannya adalah pada pemahaman isi sholat, dan internalisasi (yang lebih mudah dilakukan dalam bahasa yang kita kuasai). Di lain pihak, MUI menganggap ini ajaran sesat. Kan jadi agak serem juga kalau nantinya saya dan keluarga dianggap pengikut ajaran sesat oleh masyarakat umum. Gimana pendapat Anda? &lt;br/&gt;Sejujurnya, menurut saya, bila sholat dalam dua bahasa (atau dalam satu bahasa non-arab) diterima oleh masyarakat muslim Indonesia, maka proses Islam sebagai agama melepaskan diri dari keAraban akan dimulai. Ini sangat baik, mengingat Arab bukanlah Islam, dan Islam bukanlah Arab, tetapi rahmatan lil alamin. &lt;br/&gt;Let me know what you think.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ini bukan komen ttg tulisan Anda. Mau berbagi pikiran aja, dengan temen-temen disini ttg sesuatu.<br />Tadi malem di TransTV ada program Kupas Tuntas ttg sholat dengan dua bahasa, bhs Arab dan bhs Indonesia. Untuk saya, ini menarik sekali. Saya juga datang dari keluarga mualaf (dan kebetulan berlatar belakang pendidikan kebahasaan), seperti Pak Roy yang menggagas ide sholat dua bahasa ini. Saya dan keluarga sudah cukup lama memiliki perhatian tentang hal ini. Di satu sisi, saya sangat setuju dengan sholat dua bahasa karena penekanannya adalah pada pemahaman isi sholat, dan internalisasi (yang lebih mudah dilakukan dalam bahasa yang kita kuasai). Di lain pihak, MUI menganggap ini ajaran sesat. Kan jadi agak serem juga kalau nantinya saya dan keluarga dianggap pengikut ajaran sesat oleh masyarakat umum. Gimana pendapat Anda? <br />Sejujurnya, menurut saya, bila sholat dalam dua bahasa (atau dalam satu bahasa non-arab) diterima oleh masyarakat muslim Indonesia, maka proses Islam sebagai agama melepaskan diri dari keAraban akan dimulai. Ini sangat baik, mengingat Arab bukanlah Islam, dan Islam bukanlah Arab, tetapi rahmatan lil alamin. <br />Let me know what you think.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
